Jhoni Hatimura: Kinerja Kejaksaan Buol Belum Efektif dalam Mengungkap Korupsi

indonesiasatu, 13 Nov 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

Buol - Hasil kinerja penyidik Kejaksaan Negeri Buol dalam mengungkap tindak pidana korupsi belum sepenuhnya berjalan efektif. Pasalnya, tindak pidana korupsi yang berhasil diungkap oleh penyidik kejaksaan masih di pertanyakan rakyat, terkait korupsi pembangunan Mesjid Raya Buol, Provinsi Sulawesi Tengah

Menurut Jhony Hatimura, melalui goersannya di media sosial (facebook) yang diungga di gruop Kabupaten Buol, Rabu 13/11/2019 sekitar pukul 19.30 wit.Ia mengatakan, penetapan ketiga tersangkah pada kasus Korupsi pembangunan Mesjid Raya Buol tidak bisa dimaknai sebagai upaya pemberangusan korupsi, karena para pemain besarnya dalam hal ini pengguna Anggaran   tidak tersapa oleh proses hukum yang berkeadilan atau pro justicia.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) tupoksinya  yakni mengawasi, mengajukan proses pencairan dana proyek kepada kadis,  selanjutnya kadis mengajukan kepada bendaharawan kas daerah dan setelah kedua pejabat ini mengevaluasi bahwa benar dan wajib diajukan untuk diproses pembayarannya  maka dana dapat dibayarkan, aneh jusrtu PPKnya di jadikan tersangkah Kadisnya bebas menghirup udara segar merasa tak berdosa kan lucu ini kejaksaaan dan yang  membayarkan tidak tersentuh oleh proses hukum(baca UU NO I/2004 TTG PERBENDAHARAAN NEGARA)," urai Jhoni

Jhoni menambahkan, bahwa kaus tersebut adalah proyek fiktip, senilai 1,7 m, uangnya dicairkan tapi pekerjaan atau pembangunan tdk ada. Oleh kejaksaan buol menyatakan bahwa perbuatan ini adalah perbuatan korupsi atau proyek fiktip bila ending dari proses hukum ini hanya menampilkan 3 tersangka, maka kinerja Kejaksaan negeri Buol patut dipertanyakan dan diduga dalam proses hukum ini,  ada sebuah permainan besar.

" Patutkah Kita apresiasi?  bila hukum terkesan  diskriminasi, hukum  terkesan tidak dijalnkan dengan profesional,hukum terkesan berjalan tumpul ke atas tajam kebawah.. Maka apa arti suatu proses hukum dinegeri  ini.. Bila justru hanya menghadirkan  penanganan  perkara hukum yg terkesan tidak optimal, apalagi bila rakyat menilai, terdpt bercak kotoran dari sebuah pengungkapan dan penanganan perkara  hukum itu sendiri," beber Jhoni

Lebih jauh terang Jhoni,  rakyat belum merasakan  sebuah hasil yang memuaskan dari kenerja kejaksaan negeri Buol dalam penangan kasus korupsi, lembaga hukum ini sedang mengalami distrust atau distorsi kepercayaan rakyat. Karena dalam faktanya selama ini, lembaga ini hanya bisa mengungkap kasus kelas teri. Seperti para kades dengan korupsi puluhan juta, ASN yang berkapacitas staf dinas atau badan, kontraktor proyek 1-2 ratusan juta.

"  Adakah selama ini terungkap kasus besar yg kadang menjadi buah bibir rakyat terseret ke meja pengadilan. Nah kalau begini kondisi dan realitas  kinerja institusi Kejaksaan buol, apa yg harus kita harapkan dalam upaya pemberantasan korupsi dinegri  ini," pungkas Jhoni Hatimura

(Basri Djulunau)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.